Farage Serukan Akhir Budaya Kerja dari Rumah: Produktivitas Dipertanyakan
ORBITINDONESIA.COM – Nigel Farage, pemimpin Reform UK, mengkritik tajam budaya kerja dari rumah, menyebutnya tidak produktif.
Budaya kerja dari rumah meningkat drastis sejak pandemi, dengan data ONS menunjukkan lonjakan dari 4,7 juta menjadi 9,9 juta pekerja antara 2019 dan 2022. Tren ini terus berlanjut hingga 2025 dengan 28% pekerja Inggris melakukan kerja hibrida dan 13% sepenuhnya bekerja dari jarak jauh.
Farage berpendapat bahwa bekerja di kantor meningkatkan kolaborasi dan produktivitas. Dia menegaskan bahwa interaksi langsung dalam tim di kantor lebih efektif dibandingkan kerja individu dari rumah. Namun, pandangan ini berlawanan dengan sejumlah studi yang menemukan bahwa kerja fleksibel dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan.
Pendekatan Farage mencerminkan pandangan bahwa budaya kerja tradisional lebih unggul. Namun, di era digital ini, fleksibilitas dan keseimbangan kehidupan kerja menjadi nilai yang semakin dihargai. Peralihan ke model kerja hibrida telah terbukti meningkatkan kepuasan kerja dan retensi karyawan di banyak sektor.
Dengan perdebatan ini terus berlangsung, pertanyaan besar tetap: apakah kita harus kembali ke masa lalu atau beradaptasi dengan masa depan kerja yang baru? Keputusan ini tidak hanya akan membentuk produktivitas tetapi juga kualitas hidup jutaan pekerja.
(Orbit dari berbagai sumber, 27 Februari 2026)