Deteksi T. lewisi dengan PCR: Mengungkap Ancaman Zoonosis Tersembunyi

ORBITINDONESIA.COM – Di balik kehidupan tikus liar, ancaman kesehatan yang tak terlihat mengintai, berpotensi menular ke manusia tanpa disadari.

Tikus liar, sering dianggap sebagai hama, ternyata menyimpan bahaya epidemiologis yang serius melalui parasit Trypanosoma lewisi. Parasit ini dapat menyebar ke manusia, menimbulkan risiko kesehatan yang jarang disadari. Kesulitan dalam mendeteksi dini membuat ancaman ini semakin mengkhawatirkan.

Para peneliti mengandalkan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi T. lewisi. Metode ini lebih sensitif dibandingkan konvensional. Penelitian di Indonesia membandingkan tiga set primer PCR, dan menemukan bahwa LEW1S/LEW1R paling unggul dengan sensitivitas 100% dan spesifisitas 97,22%.

Penerapan primer LEW1S/LEW1R dalam surveilans lapangan memiliki dampak signifikan bagi pendekatan One Health. Deteksi akurat pada tikus liar merupakan langkah penting mencegah penularan kepada manusia. Uji lanjut pada infeksi campuran dan hewan lain dapat memperluas kontrol zoonosis.

Inovasi diagnostik berbasis molekuler mengungkap ancaman penyakit tersembunyi, memperkuat kesehatan masyarakat. Pentingnya kesadaran publik terhadap zoonosis dan dukungan penelitian lebih lanjut sangat krusial. Mampukah kita mengantisipasi ancaman ini sebelum terlambat?

(Orbit dari berbagai sumber, 27 Februari 2026)