Rupiah Melemah: Dampak Kebijakan Trump pada Ekonomi Indonesia
ORBITINDONESIA.COM – Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS di bawah kepemimpinan Trump kembali mengguncang pasar global, memprediksi pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada 23 Februari 2026.
Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS telah menjadi momok bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Di bawah pemerintahan Trump, kebijakan yang tidak terduga dan proteksionis sering kali menimbulkan kekhawatiran di pasar internasional. Hal ini berdampak langsung pada nilai tukar mata uang seperti rupiah, yang rentan terhadap perubahan kebijakan mendadak.
Data menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah sering kali berfluktuasi tajam ketika ada perubahan besar dalam kebijakan perdagangan AS. Sepanjang dekade terakhir, ketergantungan Indonesia pada ekspor dan investasi asing membuat rupiah sangat sensitif terhadap perubahan eksternal. Tren ini semakin diperparah dengan kebijakan moneter yang cenderung konservatif, yang tidak selalu mampu meredam guncangan eksternal.
Dari sudut pandang ekonomi, kebijakan proteksionis AS di bawah Trump dapat dilihat sebagai ancaman bagi stabilitas ekonomi global. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa ini adalah saat yang tepat bagi Indonesia untuk memperkuat ekonomi domestik dan mengurangi ketergantungan pada pasar internasional. Sebuah pendekatan yang berfokus pada diversifikasi ekonomi mungkin menjadi kunci untuk menghadapi ketidakpastian ini.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menyoroti pentingnya kebijakan ekonomi yang adaptif dan berdaya tahan. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus berupaya memperkuat fondasi ekonominya. Akankah kebijakan domestik mampu mengimbangi dampak kebijakan luar negeri yang tidak menentu? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh para pengambil kebijakan di masa mendatang.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 Februari 2026)