Defisit APBN dan Kebijakan Ekonomi: Tantangan dan Solusi
ORBITINDONESIA.COM – Defisit APBN 2026 mencapai Rp54,6 T, memicu perhatian terhadap kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia.
Indonesia menghadapi defisit APBN yang meningkat pada awal 2026, mencapai 0,21% dari PDB. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kenaikan belanja negara dan penerimaan pajak menjadi faktor kunci.
Peningkatan belanja negara sebesar 25,7% YoY menunjukkan fokus pemerintah pada program prioritas. Meski demikian, risiko pelebaran defisit fiskal tetap ada. Pendapatan pajak yang naik 30,7% YoY menjadi penopang utama, didorong oleh kontribusi PPN dan PPnBM.
Langkah pemerintah untuk mengoptimalkan belanja di awal tahun adalah strategi yang cerdas. Namun, pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan defisit tetap terkendali. Menteri Keuangan optimis pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,5–6% YoY pada 1Q26.
Mampukah Indonesia menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan defisit? Ini menjadi pertanyaan krusial bagi masa depan ekonomi negeri ini. Kebijakan fiskal yang bijak dan terukur menjadi kunci sukses ekonomi berkelanjutan.