Latihan Militer Iran, Rusia, China: Tanda Dunia Multipolar?

ORBITINDONESIA.COM – Ketika Iran, Rusia, dan China bergabung untuk latihan militer di Selat Hormuz, dunia menyaksikan babak baru dalam dinamika geopolitik global.

Selat Hormuz, jalur perdagangan penting di dunia, kini menjadi panggung bagi latihan militer gabungan dari tiga kekuatan besar: Iran, Rusia, dan China. Latihan ini menandakan upaya ketiga negara untuk melindungi jalur ini dari ancaman eksternal, di tengah meningkatnya tensi global.

Latihan militer ini bukan hanya soal keamanan maritim, tetapi juga sebuah pernyataan kuat terhadap hegemoni Barat. Rusia, melalui penasihat kepresidenan Nikolay Patrushev, menekankan pentingnya membangun 'tatanan dunia multipolar di lautan'. Ini menunjukkan bagaimana BRICS berusaha memperluas pengaruhnya ke dimensi maritim, menggarisbawahi ketidakpuasan mereka terhadap dominasi Barat.

Beberapa pengamat melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membentuk aliansi baru di kawasan, sekaligus memperkuat posisi tawar ketiga negara tersebut. Namun, ada juga kekhawatiran bahwa latihan ini dapat memicu ketegangan lebih lanjut dengan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, yang memiliki kepentingan besar di kawasan ini.

Latihan militer di Selat Hormuz menantang kita untuk mempertimbangkan: Apakah dunia sedang bergerak menuju multipolaritas, ataukah ini hanya sementara? Yang jelas, dinamika geopolitik global terus berubah, dan kita harus siap menghadapi segala kemungkinan.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)