Ratusan Warga Banda Aceh Tagih Uang Meugang, Tiga Hari Menanti
ORBITINDONESIA.COM – Ratusan warga Kota Banda Aceh mengepung Pendopo Gubernur Aceh, menanti kepastian bantuan uang meugang yang tak kunjung datang.
Mendekati bulan suci Ramadhan, uang meugang menjadi harapan warga untuk membeli daging. Namun, ketidakpastian tahun ini membuat ratusan warga resah dan menunggu di Pendopo Gubernur Aceh.
Tradisi pembagian uang meugang di Aceh adalah bentuk solidaritas sosial yang telah berlangsung lama. Namun, terganggunya distribusi tahun ini menandakan ada permasalahan dalam kebijakan atau pengelolaan anggaran daerah. Apakah ini gejala dari masalah ekonomi yang lebih besar atau keterlambatan administrasi yang merugikan warga?
Kegelisahan warga Banda Aceh menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan komunikasi dari pemerintah. Apakah penundaan ini menandakan lemahnya koordinasi pemerintah lokal? Atau apakah ini cerminan dari kesenjangan sosial yang semakin melebar di masyarakat?
Kejadian ini seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah Aceh untuk lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat. Mampukah pemerintah mengembalikan kepercayaan warga dan memastikan distribusi bantuan di masa depan lebih adil dan tepat waktu?