Latihan Militer Iran-Rusia-China di Selat Hormuz: Dinamika Baru Geopolitik

ORBITINDONESIA.COM – Ketika tiga kekuatan besar dunia, Iran, Rusia, dan China, menggelar latihan militer bersama di Selat Hormuz, dunia menyaksikan babak baru dalam keseimbangan geopolitik global.

Selat Hormuz adalah jalur perdagangan maritim penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Ketegangan regional dan ancaman keamanan sering kali mengancam stabilitas wilayah ini, menjadikannya titik fokus bagi kekuatan dunia. Latihan bersama ini menandai upaya signifikan dari BRICS untuk menunjukkan kekuatan dan solidaritas mereka.

Latihan 'Maritime Security Belt 2026' ini bukan hanya tentang unjuk kekuatan militer, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam tatanan dunia yang lebih multipolar. Rusia, melalui Nikolay Patrushev, menegaskan bahwa latihan ini adalah bagian dari strategi untuk mengurangi dominasi Barat di lautan. Dengan BRICS yang semakin terlibat dalam isu maritim, latihan ini menyoroti pentingnya kerjasama multilateral dalam menjaga keamanan global.

Latihan militer ini dapat dilihat sebagai respons langsung terhadap kebijakan Barat, terutama Amerika Serikat, yang seringkali memproyeksikan kekuatan militernya di kawasan ini. Dengan menggabungkan kekuatan maritim mereka, Iran, Rusia, dan China mengirimkan pesan kuat tentang kebutuhan akan keseimbangan kekuasaan baru. Ini juga mengisyaratkan bahwa BRICS tidak hanya akan menjadi kekuatan ekonomi, tetapi juga kekuatan strategis di panggung internasional.

Dengan latihan ini, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Barat akan merespons? Apakah kita akan melihat peningkatan dialog multilateral atau justru peningkatan ketegangan? Latihan ini seharusnya menjadi pengingat bagi komunitas internasional tentang pentingnya dialog dan kerjasama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)