Radikalisme Digital: Ancaman Nyata bagi Anak Indonesia
ORBITINDONESIA.COM – Tragedi mengejutkan terjadi di Medan, Sumatera Utara, saat seorang anak berusia 12 tahun mengakhiri hidup ibunya, diduga akibat pengaruh negatif game online.
Kasus ini mencerminkan ancaman radikalisme yang semakin merambah kalangan anak-anak melalui media sosial dan game online. Sepanjang 2025, BNPT melaporkan 112 anak di 26 provinsi terpapar ideologi ekstrem melalui platform digital.
Paparan radikalisme di dunia digital berkembang lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Dulu, indoktrinasi bisa memakan waktu bertahun-tahun, kini hanya butuh 3-6 bulan. Algoritma media sosial mempermudah penyebaran konten radikal.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan kritis tentang peran orang tua dan kebijakan publik dalam mengawasi aktivitas digital anak. Perlu ada peningkatan literasi digital dan kebijakan yang lebih ketat untuk melindungi generasi muda dari pengaruh radikal.
Kasus ini adalah peringatan akan bahaya tersembunyi di balik layar gadget anak-anak kita. Diperlukan kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan digital yang aman. Apakah kita siap menghadapi tantangan ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Februari 2026)