Harapan Perdamaian Ukraina-Rusia: Tantangan Diplomasi AS

ORBITINDONESIA.COM – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, optimis perundingan perdamaian dengan Rusia pekan depan dapat membawa perubahan positif. Namun, tantangan tetap ada di tengah konsesi-konsesi yang sering dibebankan pada Kyiv.

Konflik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia memasuki babak baru dengan upaya mediasi dari Presiden AS Donald Trump. Sejak invasi Rusia pada Februari 2022, dua kali pembicaraan damai telah dilakukan di Abu Dhabi tanpa hasil konkret.

Konferensi Keamanan Munich menjadi panggung bagi Zelensky untuk mengekspresikan kekhawatirannya. Isu utama dalam perundingan ini adalah permintaan konsesi yang lebih cenderung diarahkan kepada Ukraina. Sementara itu, kehadiran negara-negara Eropa dianggap sebagai faktor penting yang masih absen dari meja perundingan.

Dalam pidatonya, Zelensky menekankan perlunya jaminan keamanan yang jelas untuk mewujudkan perdamaian. Sikap Moskow yang menolak keterlibatan Eropa menimbulkan pertanyaan tentang niat sebenarnya dalam perundingan ini. Perspektif Zelensky membuka mata dunia akan pentingnya sistem keamanan yang solid dan inklusif.

Perundingan di Jenewa menjadi harapan baru bagi perdamaian, namun tantangannya nyata. Apakah komunitas internasional dapat memastikan bahwa perdamaian tidak hanya menjadi jargon politik? Hanya waktu yang akan menjawab. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Februari 2026)