Reformasi Pasar Modal Indonesia: Tantangan dan Harapan
ORBITINDONESIA.COM – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi fase kritis dengan rencana reformasi besar-besaran yang diharapkan dapat meningkatkan integritas dan transparansi. Namun, langkah ini juga menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku pasar.
FTSE Russell menunda review indeks Maret 2026 untuk Indonesia, menyusul reformasi pasar yang direncanakan oleh OJK dan BEI. Reformasi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi pasar, tetapi juga membawa tantangan dalam menentukan persentase free float yang akurat.
BBTN berhasil melampaui ekspektasi laba bersih pada 2025, didorong oleh pertumbuhan kredit yang kuat dan penurunan Cost of Fund. Namun, sektor lain seperti PGAS tidak memenuhi target penjualan, menyoroti tantangan di berbagai sektor ekonomi Indonesia.
Reformasi pasar modal bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, transparansi yang lebih baik dapat menarik investor baru, tetapi di sisi lain, ketidakpastian dapat membuat investor ragu. Langkah China mengurangi eksposur pada obligasi AS menunjukkan bahwa diversifikasi risiko menjadi fokus global.
Upaya reformasi pasar modal Indonesia adalah langkah berani yang menuntut kesabaran dan ketahanan dari pelaku pasar. Akankah langkah ini membawa stabilitas jangka panjang atau justru menambah volatilitas? Hanya waktu yang bisa menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 12 Februari 2026)