Libur Imlek: Dampaknya pada Industri dan Ekonomi China

ORBITINDONESIA.COM – Di China, libur panjang Imlek menjadi fenomena tahunan yang mengubah ritme ekonomi. Selama sembilan hari, pabrik dan karyawan berhenti beraktivitas, memberikan dampak signifikan pada produktivitas nasional.

Libur Imlek di China merupakan tradisi yang tak tergantikan. Dimulai satu hari sebelum Imlek, waktu jeda ini dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, dari sudut pandang ekonomi, libur panjang ini menimbulkan tantangan tersendiri.

Secara historis, libur Imlek mempengaruhi rantai pasokan global. Banyak perusahaan internasional yang bergantung pada produksi China harus menyesuaikan jadwal mereka. Menurut data, produksi industri bisa turun hingga 20% selama periode ini.

Dari satu sisi, libur Imlek memberi kesempatan bagi karyawan untuk beristirahat dan merayakan tradisi. Namun, hal ini juga menyoroti ketergantungan dunia pada China. Apakah mungkin bagi negara lain untuk mengurangi ketergantungan ini di masa depan?

Libur Imlek di China menimbulkan dilema antara tradisi dan ekonomi. Pengaruhnya pada rantai pasokan global tidak dapat diabaikan. Seiring dunia yang semakin terhubung, bagaimana kita bisa menemukan keseimbangan antara kearifan lokal dan kebutuhan global?

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Februari 2026)