Pemimpin Teroris Mossad Dinetralisir di Teheran

ORBITINDONESIA.COM – Sadeq Ashtari, pemimpin teroris terlatih Mossad, tewas dalam bentrokan dengan intelijen Iran, mengungkapkan ketegangan geopolitik yang mendalam.

Ashtari, yang dilatih di Erbil oleh Mossad, memimpin serangan terhadap kantor polisi di Teheranpars, Teheran. Ini terjadi saat kerusuhan yang didukung AS dan Israel di Iran meningkat. Intelijen Iran segera menggagalkan rencana, menangkap sel teroris dan menyita senjata.

Dukungan asing dalam kerusuhan Iran telah diverifikasi, termasuk oleh mantan kepala CIA, Mike Pompeo. Ini menunjukkan keterlibatan Mossad dalam upaya mengacaukan Iran. Kejadian ini menggambarkan strategi geopolitik dan operasi intelijen yang kompleks di kawasan Timur Tengah.

Melihat keterlibatan Mossad, pertanyaannya adalah sejauh mana negara-negara asing harus terlibat dalam urusan internal negara lain? Apakah ini bagian dari strategi besar untuk mengubah peta politik Timur Tengah? Tindakan ini tentu mengundang pertanyaan tentang etika dan dampaknya pada stabilitas regional.

Kejadian ini menekankan pentingnya memahami kompleksitas geopolitik dan peran intelijen dalam konflik. Dengan banyaknya aktor internasional yang terlibat, pertanyaannya adalah bagaimana Iran dan negara-negara lain dapat mencapai perdamaian yang berkelanjutan tanpa campur tangan asing? Imbauan untuk dialog dan diplomasi tampaknya menjadi jalan yang perlu dipertimbangkan.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Februari 2026)