Ana Kasparian: Ada Indikasi Epstein Bekerja “Atas Nama Kepentingan Israel”

ORBITINDONESIA.COM - Ana Kasparian, co-host program politik progresif AS The Young Turks, dalam sebuah segmen komentarnya baru-baru ini menyatakan bahwa berdasarkan dokumen-dokumen Epstein yang telah dibuka ke publik, terdapat indikasi hubungan Epstein dengan Israel, khususnya melalui kunjungan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak ke apartemen Epstein di New York.

Kasparian menegaskan bahwa: Kunjungan Ehud Barak tercatat dalam dokumen dan kesaksian, bukan spekulasi. Sementara itu, banyak spekulasi terhadap tokoh lain justru tidak didukung bukti dokumen sekuat itu.

Media arus utama, menurutnya, cenderung mengaburkan atau mengecilkan aspek keterkaitan Epstein dengan Israel, sambil lebih menyoroti figur lain.

Kasparian tidak menyatakan bukti hukum final, tetapi menilai bahwa arah indikasi dalam dokumen patut diselidiki secara serius.

Kasparian menyebut adanya indikasi Epstein bekerja “atas nama kepentingan Israel”, atau setidaknya berada dalam jejaring yang bersinggungan dengan elit dan kepentingan Israel.

Klaim ini sering dikaitkan oleh para pengkritik dengan dugaan operasi intelijen atau influence network, meski belum ada pembuktian resmi dari lembaga penegak hukum.

Ehud Barak sebagai Figur Kunci

Ehud Barak diketahui memang beberapa kali bertemu Epstein dan mengakui pernah mengunjungi apartemennya. Barak membantah keterlibatan dalam kejahatan Epstein dan menyatakan hubungan tersebut bersifat profesional/sosial.

Kasparian menekankan: fakta kunjungan Barak adalah data konkret, bukan rumor.

Menurut Kasparian, media besar di AS lebih agresif menyoroti spekulasi terhadap figur tertentu. Namun cenderung enggan membahas implikasi geopolitik atau intelijen, terutama yang menyentuh Israel. Ini dipandang sebagai double standard dalam framing berita.

Mengapa isu ini sensitif dan signifikan? Kasus Epstein sejak awal bukan sekadar skandal kriminal, tetapi juga menyentuh jaringan kekuasaan global, potensi pemerasan politik, irisan antara elit, intelijen, dan kejahatan terorganisir.

Jika benar ada unsur foreign influence network, maka implikasinya sangat besar terhadap integritas politik AS, terhadap hubungan internasional, dan terhadap transparansi institusi negara. Karena itu, seruan Kasparian untuk penyelidikan independen dan terbuka menemukan relevansinya.

Kesimpulan Analitis

Pernyataan Ana Kasparian bukan vonis, melainkan tantangan terhadap narasi dominan dan dorongan agar publik tidak hanya menerima framing media besar tanpa kritik.

Isu kuncinya bukan “siapa yang dituduh”, melainkan: mengapa banyak dokumen Epstein masih tertutup, mengapa jalur-jalur tertentu jarang dibahas, dan siapa yang diuntungkan oleh ketertutupan tersebut.

Selama transparansi penuh belum terwujud, kasus Epstein akan terus menjadi ladang spekulasi, kecurigaan, dan perdebatan politik global.***