Serangan Drone Rusia-Ukraina: Ketegangan Memuncak di Tengah Konflik Berkepanjangan

ORBITINDONESIA.COM – Serangan drone antara Rusia dan Ukraina kembali menelan korban jiwa di kedua belah pihak, memperlihatkan ketegangan yang kian memuncak di tengah konflik yang belum berujung.

Konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun kembali memanas dengan serangan drone yang saling dilancarkan oleh kedua negara. Serangan terbaru dari Rusia menghantam bus pekerja tambang di Dnipropetrovsk, Ukraina, menewaskan sedikitnya 12 orang. Sementara itu, Ukraina membalas dengan serangan drone ke Belgorod, Rusia, yang menewaskan dua warga sipil.

Penggunaan drone dalam peperangan ini menunjukkan eskalasi teknologi dalam konflik bersenjata, di mana serangan bisa dilakukan dengan presisi dari jarak jauh. Rusia dilaporkan menghancurkan infrastruktur esensial Ukraina, menambah penderitaan warga sipil yang kini harus menghadapi musim dingin ekstrem. Sebaliknya, Ukraina menargetkan sektor energi Rusia sebagai balasan atas serangan tersebut.

Ketegangan yang terus berlanjut ini tidak hanya mengancam stabilitas regional tetapi juga meningkatkan risiko konflik yang lebih luas. Kesepakatan sementara yang pernah dibicarakan oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya tidak memberikan dampak signifikan, karena serangan tetap berlanjut di kedua sisi. Apa yang menjadi tujuan akhir dari serangan-serangan ini masih menjadi pertanyaan besar.

Di tengah ketidakpastian ini, masyarakat internasional perlu mendesak kedua negara untuk menempuh jalur diplomasi. Konflik yang berkepanjangan hanya akan membawa lebih banyak kerugian bagi warga sipil. Apakah ada kemungkinan untuk mencapai perdamaian di tengah situasi yang semakin rumit ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 5 Februari 2026)