Jokowi dan PSI: Ujian Kesaktian Pasca Kepresidenan

ORBITINDONESIA.COM – Joko Widodo, mantan presiden RI, bertekad bulat menghidupkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan segala daya. Apakah pengaruhnya masih ampuh setelah meninggalkan kursi kepresidenan?

Pasca meninggalkan jabatan presiden, Joko Widodo menunjukkan dedikasinya kepada PSI. Dukungan terbuka ini menimbulkan perdebatan tentang apakah Jokowi masih memiliki pengaruh kuat dalam politik Indonesia. Ini menjadi pertaruhan besar bagi Jokowi dan PSI, mengingat peran besar yang pernah dipegangnya dalam politik nasional.

Menurut Adi Prayitno dari Parameter Politik Indonesia, kesuksesan Jokowi dalam membantu PSI meraih kursi parlemen bergantung pada kerja nyata di lapangan. PSI harus mampu mengubah citranya dari partai kota menjadi partai yang bisa menjangkau pemilih pedesaan. Ini memerlukan strategi yang kuat, mengingat pemilih desa merupakan mayoritas di Indonesia.

Jokowi yang beralih mendukung PSI menawarkan keuntungan dan tantangan. Di satu sisi, popularitasnya bisa menjadi pendorong bagi PSI. Namun, potensi resistensi dari hubungan masa lalu dengan PDIP dan persepsi publik terhadap perubahan loyalitas politiknya bisa menjadi hambatan. Pendekatan langsung kepada masyarakat akar rumput akan menjadi kunci kesuksesan strategi ini.

Pertaruhan politik Jokowi dalam mendukung PSI akan menjadi cerminan dari pengaruhnya saat ini. Jika PSI berhasil masuk parlemen, kekuatan Jokowi akan kembali terbukti. Namun, jika gagal, ini bisa menjadi titik balik dalam karir politiknya. Masyarakat Indonesia akan menunggu dan menyaksikan, apakah Jokowi masih akan menjadi sosok sentral dalam politik tanah air?

(Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)