Ketidakstabilan Dolar AS: Tantangan Baru di Era BRICS
ORBITINDONESIA.COM – IMF mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap stabilitas dolar AS di tengah upaya global mengurangi ketergantungan pada mata uang ini. Tekanan datang dari pelemahan dolar, pergeseran cadangan devisa, hingga langkah BRICS memperkuat sistem pembayaran alternatif.
Dominasi dolar AS sebagai mata uang cadangan global mengalami tantangan serius. Pangsa dolar dalam cadangan devisa menyusut drastis sejak 2001. Pada saat yang sama, negara-negara BRICS memperkuat arsitektur keuangan mereka, membuka peluang baru di pasar global.
Depresiasi dolar lebih dari 9% sejak Trump menjabat kembali menunjukkan kegelisahan pasar. Lonjakan harga emas batangan mengindikasikan pergeseran aset lindung nilai dari dolar. Sementara itu, langkah Federal Reserve Bank menunjukkan ketegangan terhadap masa depan stabilitas ekonomi.
Langkah negara-negara BRICS menantang hegemoni dolar. Dengan Standard Bank terhubung ke CIPS China, Afrika menunjukkan ketertarikan untuk diversifikasi. Ini menunjukkan perubahan besar dalam kebijakan ekonomi global, yang berpotensi mengurangi dominasi Barat dalam sistem keuangan dunia.
Perubahan ini menuntut refleksi mendalam tentang masa depan ekonomi global. Apakah ini akan memperkuat sistem keuangan dunia atau menimbulkan ketidakpastian baru? Yang pasti, dinamika ini memerlukan adaptasi dan strategi baru dari semua aktor ekonomi.
(Orbit dari berbagai sumber, 30 Januari 2026)