Mengungkap Keaktifan Gunung Berapi Bawah Laut Kavachi

ORBITINDONESIA.COM – NASA dan tim ilmuwan internasional kini memfokuskan perhatian mereka pada Kavachi, salah satu gunung berapi bawah laut paling aktif, setelah citra satelit menunjukkan gejala peningkatan aktivitas vulkanik.

Berada dekat Kepulauan Solomon, Kavachi menjadi pusat perhatian para peneliti karena letaknya yang dangkal, hanya 20 meter di bawah permukaan laut. Aktivitasnya yang intens diawasi untuk memahami dampaknya terhadap lingkungan bawah laut dan potensi ancaman bagi wilayah sekitarnya.

Satelit Landsat 9 milik NASA, dengan Operational Land Imager-2, mendeteksi perubahan warna air laut akibat plumes berwarna yang menandakan pelepasan gas vulkanik. Fenomena ini mengindikasikan pelepasan gas karbon dioksida dan sulfur dioksida, yang menjadi indikator aktivitas vulkanik kuat di bawah permukaan laut.

Meskipun letusan bawah laut tidak sejelas letusan daratan, pelepasan gas dari Kavachi memberi wawasan penting tentang vulkanisme laut dan dampaknya pada sistem iklim global. Aktivitas ini juga menyoroti pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk mengantisipasi risiko seperti tsunami.

Pemahaman yang lebih mendalam tentang aktivitas Kavachi dapat berkontribusi pada mitigasi risiko dan pengelolaan lingkungan laut. Dengan data yang terus diperbarui, dunia dapat lebih siap menghadapi perubahan mendadak di wilayah vulkanik ini. (Orbit dari berbagai sumber, 29 Januari 2026)