Kebijakan AS Terhadap Kuba: Antara Tekanan dan Tahan Banting

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah pergolakan politik Amerika Latin, pemerintahan Presiden Donald Trump berambisi menggulingkan rezim Komunis di Kuba, memanfaatkan krisis ekonomi negara itu sebagai celah.

Hubungan AS-Kuba kembali memanas setelah klaim Trump bahwa Kuba tidak lagi akan menerima minyak dari Venezuela. Langkah ini menjadi bagian dari strategi AS untuk mengisolasi Havana dan memaksa perubahan politik.

Ekonomi Kuba mengalami krisis parah, di mana dukungan utama dari Venezuela terputus. Sumber daya minyak yang semula diandalkan kini menjadi barang langka. Para analis melihat ini sebagai peluang bagi AS untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan.

Namun, meski terpojok, pemimpin Kuba Miguel Diaz-Canel menegaskan kesiapan negaranya untuk bertahan. Dia menuduh AS telah menyerang Kuba selama puluhan tahun, menolak gambaran bahwa Kuba adalah ancaman bagi keamanan regional.

Ketegangan ini membawa kita pada pertanyaan mendasar: Apakah tekanan ekonomi dan politik eksternal dapat memaksa perubahan dari dalam? Atau justru memicu perlawanan yang lebih kuat dari yang diharapkan?

(Orbit dari berbagai sumber, 24 Januari 2026)