Perlukah Obat Demam untuk Anak? Panduan Tepat dari Ahli
ORBITINDONESIA.COM – Demam pada anak sering kali membuat orang tua panik, namun tidak semua demam memerlukan obat pereda. Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, memberikan panduan penting bagi para orang tua.
Demam adalah salah satu gejala umum yang dialami anak-anak, terutama ketika terserang flu atau pilek. Banyak orang tua yang merasa perlu memberikan obat pereda demam segera setelah suhu tubuh anak meningkat. Namun, penting untuk memahami kapan obat-obatan benar-benar diperlukan.
Menurut dr. Arifianto, demam sebenarnya adalah respon alami tubuh untuk melawan virus. Saat suhu tubuh naik, virus menjadi kurang aktif. Oleh karena itu, tidak semua demam harus diobati dengan paracetamol atau ibuprofen, kecuali jika anak merasa sangat tidak nyaman atau rewel.
Pendekatan ini menantang kebiasaan umum dalam menangani demam pada anak. Sering kali, orang tua merasa lebih tenang setelah memberikan obat, padahal pengawasan dan pemahaman kondisi anak bisa menjadi langkah yang lebih bijak. Toleransi terhadap demam hingga tujuh hari masih dianggap normal, kecuali ada gejala serius lainnya seperti sesak napas atau kejang.
Menghadapi demam anak dengan tenang dan bijaksana adalah kunci. Sambil memantau kondisi anak, penting untuk memastikan mereka terhidrasi dengan baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda kegawatdaruratan. Pertanyaannya, sudah siapkah kita mengubah cara pandang terhadap demam pada anak?
(Orbit dari berbagai sumber, 23 Januari 2026)