Kisah 'Mad Men': Ketidakadilan Karakter Kulit Hitam dalam Serial Populer

ORBITINDONESIA.COM – Seiring dengan kembalinya 'Mad Men' di HBO Max, banyak pemirsa yang teringat akan pemecatan Carla, satu-satunya karakter kulit hitam yang muncul berulang di awal musim. Pemecatan ini memperlihatkan petunjuk tentang dinamika rasial yang terabaikan dalam serial yang berlatar era hak sipil Amerika.

'Mad Men' dikenal sebagai serial yang menggambarkan era 1960-an dengan presisi tinggi dalam hal skrip, akting, dan desain produksi. Namun, di balik keunggulannya, serial ini sering kali mengabaikan representasi karakter kulit hitam. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana isu rasial diperlakukan dalam narasi televisi yang dianggap berkualitas tinggi.

Pemecatan Carla di akhir musim keempat menjadi simbol bagaimana karakter kulit hitam sering diperlakukan sebagai alat naratif belaka. Meskipun Carla adalah pendukung utama bagi keluarga Draper, dia diabaikan ketika tidak lagi diperlukan untuk alur cerita utama. Ini mencerminkan bagaimana representasi minoritas sering kali dikesampingkan dalam media arus utama.

Menonton kembali 'Mad Men' sebagai seorang wanita kulit hitam menyoroti ketidaknyamanan atas cara serial ini menangani isu rasial. Meskipun berlatar belakang gerakan hak sipil, 'Mad Men' tampaknya lebih memilih untuk mengambil jalan mudah dalam menggambarkan dinamika ras. Ini menunjukkan bahwa meski sudah ada kemajuan dalam representasi, masih ada kesenjangan yang signifikan.

Kisah Carla mengingatkan kita bahwa meski banyak prestasi yang telah dicapai dalam industri televisi, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan dalam hal representasi. Pertanyaan yang tersisa adalah, apakah kita akan terus menerima narasi yang mengabaikan suara minoritas, atau kita akan menuntut lebih? Ini adalah saatnya bagi cerita yang lebih inklusif dan adil untuk muncul ke permukaan.

(Orbit dari berbagai sumber, 22 Januari 2026)