Kontroversi Perubahan Jadwal Vaksinasi Anak di AS Memicu Gugatan

ORBITINDONESIA.COM – Tujuh asosiasi medis terkemuka di AS menggugat perubahan jadwal vaksinasi anak yang dilakukan oleh CDC. Keputusan ini dinilai mengancam kesehatan masyarakat dan memicu kekhawatiran luas.

Pada awal bulan ini, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengumumkan perubahan jadwal vaksinasi yang membatasi rekomendasi vaksin untuk penyakit meningokokus, hepatitis B, dan hepatitis A hanya bagi kelompok berisiko tinggi. Perubahan ini memicu gugatan dari organisasi medis yang khawatir akan dampak kesehatan masyarakat.

Perubahan jadwal vaksinasi tidak berdasarkan bukti baru yang disampaikan kepada Komite Penasihat Praktik Imunisasi CDC. Langkah ini mengikuti perintah Presiden Donald Trump untuk meninjau jadwal vaksinasi AS. Keputusan tersebut mirip dengan jadwal vaksinasi di Denmark, tetapi menuai kritik karena mengabaikan proses ilmiah yang ketat.

Pihak penggugat menilai perubahan ini berbahaya dan sembarangan, serta menuduh pemerintah gagal mempertimbangkan peningkatan risiko penyakit serius akibat perubahan ini. Asosiasi medis menyerukan agar jadwal vaksinasi dikembalikan ke kondisi semula sebelum adanya perubahan yang dianggap politis.

Gugatan ini menggarisbawahi pentingnya rekomendasi vaksinasi yang didasarkan pada sains dan transparansi. Dengan kesehatan anak sebagai taruhannya, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang dapat dipercaya mengenai vaksin. Apakah keputusan ini akan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap program vaksinasi di masa depan?