Kontroversi Trump dan Greenland: Dampak Global dan Tantangan Baru
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan meningkat antara Amerika Serikat dan Eropa setelah Presiden Donald Trump mengaitkan keinginannya untuk menguasai Greenland dengan kegagalannya meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Konflik ini berpotensi memicu perang dagang baru dengan Eropa.
Presiden Trump telah menegaskan kembali keinginannya untuk mengambil alih Greenland dari Denmark, memicu reaksi keras dari Uni Eropa yang mempertimbangkan tindakan balasan. Ketegangan ini mengancam kestabilan aliansi NATO yang sudah rentan akibat isu lain seperti perang di Ukraina dan tuntutan Trump terkait pengeluaran pertahanan.
Keputusan Trump untuk menjatuhkan tarif pada negara-negara Uni Eropa jika keinginannya tidak terpenuhi menimbulkan kekhawatiran di pasar global. Ancaman ini mengingatkan kembali pada ketidakstabilan perang dagang tahun 2025 yang hanya mereda setelah kesepakatan tarif dicapai. Namun, langkah Trump ini juga bisa dilihat sebagai strategi untuk memperkuat posisi strategis AS di Arktik.
Langkah Trump ini menimbulkan pertanyaan tentang motivasi sebenarnya di balik keinginannya untuk menguasai Greenland. Apakah ini murni langkah strategis untuk AS atau ada motif politik pribadi terkait Nobel Perdamaian? Keputusan ini juga menantang konsep kedaulatan nasional dan hak penentuan nasib sendiri bagi penduduk Greenland.
Konflik ini membuka diskusi lebih lanjut tentang batas antara kekuasaan negara dan hak individu. Dengan ketegangan yang terus meningkat, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana dunia internasional akan merespons langkah-langkah AS ini dan dampaknya terhadap stabilitas global di masa depan.
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Januari 2026)