Transformasi Global di Tengah Bayang-Bayang Trump: Sebuah Analisis

ORBITINDONESIA.COM – Di balik kemegahan Davos, pertemuan elite dunia, tersembunyi dinamika baru yang dipicu oleh kebijakan kontroversial Presiden Trump yang mengguncang tatanan global.

Sejak awal masa jabatannya, Presiden Donald Trump telah menantang paradigma globalisasi yang telah lama menjadi fondasi pertemuan tahunan di Davos. Kebijakan perdagangan dan politik luar negerinya kerap bertentangan dengan semangat kerjasama yang diusung oleh Forum Ekonomi Dunia.

Partisipasi AS di bawah Trump menyoroti perubahan lanskap geopolitik. Sementara itu, laporan WEF mengisyaratkan meningkatnya kekhawatiran terhadap konfrontasi geoeconomi. Miliaran dolar kekayaan terus terkonsentrasi di tangan segelintir elit, sesuai laporan Oxfam, mencerminkan ketimpangan yang semakin tajam.

Dengan pendekatan 'America First', Trump tampak mengarahkan AS menuju isolasi dan antagonisme terhadap tatanan internasional. Ini memicu reaksi global, dengan negara-negara seperti Kanada dan negara-negara Amerika Selatan berusaha membangun kemitraan baru tanpa AS.

Meskipun AS tetap menjadi kekuatan besar, absennya dalam upaya multilateral menimbulkan pertanyaan besar: Apakah kerjasama global akan mampu menemukan jalur baru di tengah tantangan ini? Dunia harus berpikir ulang mengenai cara mencapai kemakmuran bersama.

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Januari 2026)