Trump dan Proyek 2025: Transformasi Kontroversial AS

ORBITINDONESIA.COM – Sejak terpilih kembali, kebijakan Donald Trump banyak terinspirasi dari Proyek 2025, yang awalnya ia tolak. Kini, kebijakan tersebut telah merombak berbagai sektor pemerintahan.

Proyek 2025, yang disusun oleh Heritage Foundation, menjadi bahan perdebatan panas selama kampanye presiden. Demokrat mencoba menjadikannya sebagai isu negatif, namun Trump tetap memenangkan pemilu. Setahun setelahnya, banyak kebijakan dari proyek ini diterapkan, seperti pengetatan imigrasi dan pembongkaran Departemen Pendidikan.

Proyek ini mencakup berbagai kebijakan yang ingin diterapkan oleh Trump dari hari pertama hingga akhir masa jabatannya. Rob Bonta, Jaksa Agung California, menggunakan proyek ini sebagai dasar persiapan litigasi terhadap kebijakan Trump. Proyek ini dianggap sebagai panduan resmi dari langkah-langkah yang akan diambil oleh administrasi Trump.

Penolakan awal Trump terhadap Proyek 2025 justru menambah kontroversi. Tevi Troy, sejarawan presiden, menyatakan bahwa proyek ini sebenarnya adalah kebijakan konservatif standar dengan sentuhan MAGA. Jika Trump mengakui proyek ini sejak awal, kontroversi mungkin bisa diminimalisir.

Proyek 2025 kini menjadi bagian dari agenda resmi pemerintahan Trump, membuktikan pengaruh kuat dari kebijakan ini. Namun, pertanyaan tetap ada: bagaimana dampak jangka panjang dari kebijakan ini terhadap masyarakat AS? Apakah ini hanya sekedar transformasi politik atau ada konsekuensi lebih dalam?

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Januari 2026)