Mengapa Pengelolaan Keuangan Menjadi Kunci Bertahan di Era Ekonomi Tak Pasti

ORBITINDONESIA.COM – Di zaman ketika ketidakpastian ekonomi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, menguasai skill pengelolaan keuangan adalah kunci bertahan hidup. Sebuah keterampilan yang krusial namun sering terabaikan di bangku sekolah.

Dalam dunia pendidikan, literasi keuangan sering kali tidak menjadi prioritas. Buku 'Rich Dad Poor Dad' oleh Robert Kiyosaki mengungkap realitas ini, bahwa banyak pelajar lulus tanpa kemampuan mengelola keuangan yang memadai. Akibatnya, bahkan orang berpendidikan tinggi pun sering kesulitan mengatur keuangannya.

Pengelolaan keuangan kini tidak hanya menjadi keterampilan, tetapi juga strategi bertahan hidup. Dengan metode seperti budgeting 50:30:20, investasi aktif, dan diversifikasi sumber pendapatan, individu dapat lebih siap menghadapi tantangan ekonomi. Data menunjukkan peningkatan minat pada investasi dan side hustle di kalangan milenial sebagai cara untuk mengamankan masa depan finansial mereka.

Kiyosaki berargumen bahwa pendidikan formal sering kali tidak cukup dalam menyiapkan individu untuk menghadapi realitas ekonomi. Mindful spending dan perencanaan finansial yang matang menjadi kunci. Ini bukan hanya tentang mendapatkan uang, tetapi juga bagaimana uang dapat bekerja untuk kita, sebuah filosofi yang jarang diajarkan namun sangat esensial.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, kemampuan mengelola keuangan menjadi lebih dari sekadar kebutuhan; itu adalah keharusan. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip keuangan yang tepat, kita tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang. Pertanyaannya sekarang, apakah kita siap untuk berubah dan beradaptasi?

(Orbit dari berbagai sumber, 20 Januari 2026)