Revolusi Diam: Pembangkangan di Dunia Kerja Modern
ORBITINDONESIA.COM – Di balik layar kantor-kantor, pemberontakan diam-diam tengah berkemelut. Profesional kini sengaja melambatkan ritme: menuntut liburan tanpa pekerjaan, mematikan ponsel di luar jam kerja, atau bahkan meninggalkan pekerjaan sepenuhnya.
Budaya kerja yang mementingkan kesibukan lebih dari efektivitas telah mengakar dalam masyarakat. Jam kerja panjang dihargai, dan manajer sering mengganggu waktu pribadi karyawan. Pemimpin seringkali lebih mementingkan tampilan daripada substansi.
Prabir Jha, mantan CHRO, menyoroti bagaimana budaya ini merugikan karyawan dan organisasi. Ketegangan konstan dapat merusak kesehatan otak, menurut Dr. Shefali Batra. Pendekatan kepemimpinan yang lebih manusiawi diperlukan untuk mengatasi masalah ini.
Menjadi sibuk tidak sama dengan produktif. Budaya kerja yang mengutamakan penampilan dapat membahayakan kesejahteraan mental. Memilih untuk memprioritaskan diri sendiri bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan untuk kesehatan jangka panjang.
Pertanyaan mendasar yang harus kita tanyakan adalah: Apakah kita ingin terus terjebak dalam siklus kepemimpinan performatif yang merugikan ini? Atau kita akan memilih untuk hidup dan memimpin dengan lebih baik? Saatnya kita memikirkan kembali apa arti produktivitas yang sebenarnya.
(Orbit dari berbagai sumber, 18 Januari 2026)