Investasi 2026: Diversifikasi Global dan Potensi AI

ORBITINDONESIA.COM – Investasi global dan teknologi AI menjadi sorotan utama dalam menghadapi tahun 2026.

Dengan memasuki tahun 2026, investor dihadapkan pada tantangan dan peluang baru. Diversifikasi global dan teknologi AI muncul sebagai tema utama dari diskusi para ahli investasi di podcast Morningstar.

Diversifikasi global menawarkan perlindungan terhadap volatilitas pasar domestik. Seperti yang diungkapkan oleh Vince Montemaggiore, investasi internasional dapat menjadi lindung nilai terhadap mata uang domestik. Sementara itu, Cliff Asness dari AQR menyoroti valuasi internasional yang lebih murah dibandingkan AS.

AI diakui sebagai teknologi serbaguna dengan potensi besar. Namun, Callie Cox mengingatkan tentang ketergantungan pasar saham AS pada saham teknologi besar. Joe Davis dari Vanguard melihat potensi AI untuk meningkatkan produktivitas sektor lain seperti kesehatan dan keuangan.

Meski AI dan diversifikasi global menjanjikan, Sudarshan Murthy memperingatkan tentang siklus hype teknologi baru. Para investor harus berhati-hati dan tidak terbawa euforia berlebihan. Sementara itu, Brian Selmo merekomendasikan fokus pada perusahaan berkapitalisasi kecil dan menengah yang undervalued.

Investasi bukan hanya tentang tren saat ini, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi ketidakpastian. Dengan strategi yang tepat, seperti diversifikasi dan penilaian realistis terhadap AI, investor dapat menavigasi tantangan 2026 dengan lebih percaya diri.

(Orbit dari berbagai sumber, 14 Januari 2026)