Penurunan Investasi Kelistrikan: Tantangan dan Peluang ESDM 2025

ORBITINDONESIA.COM – Realisasi investasi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia 2025 mencapai US$ 31,7 miliar, menurun dari tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama terjadi di sektor kelistrikan, menimbulkan tantangan tersendiri bagi pemerintah.

Pada tahun 2025, investasi sektor ESDM mengalami penurunan dari US$ 32,3 miliar pada 2024 menjadi US$ 31,7 miliar. Sektor kelistrikan menjadi penyebab utama penurunan ini, sementara sektor lain seperti minerba, migas, dan energi baru terbarukan menunjukkan kontribusi yang stabil.

Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, penurunan investasi di sektor kelistrikan ini akan diatasi dengan percepatan pembangunan pembangkit listrik yang telah disetujui dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Rencana ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan kapasitas listrik di masa depan.

Penurunan ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dan efisiensi dalam sektor kelistrikan. Pemerintah perlu memperhatikan aspek keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi canggih untuk menggandeng investor dan meningkatkan daya saing sektor ini di kancah global.

Dengan tantangan investasi ini, ada peluang bagi Indonesia untuk menata ulang strategi kelistrikan agar lebih berkelanjutan. Mampukah pemerintah dan sektor swasta berkolaborasi lebih efektif untuk mencapai target RUPTL dan menciptakan lapangan kerja berkualitas? Pertanyaan ini mengundang refleksi mendalam bagi masa depan energi Indonesia.