Pemangkasan Produksi Batu Bara: Langkah Strategis atau Tantangan Baru?

ORBITINDONESIA.COM – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan pengurangan produksi batu bara menjadi 600 juta ton pada 2026, turun signifikan dari 790 juta ton di 2025.

Indonesia, sebagai pemasok utama batu bara dunia, menghadapi tantangan menjaga keseimbangan supply and demand. Produksi tinggi menyebabkan harga batu bara menurun, memicu kebijakan pemangkasan produksi.

Data menunjukkan produksi batu bara Indonesia mencapai puncak tertinggi pada 2024 dengan 836 juta ton. Namun, pemerintah berencana menurunkannya demi stabilitas harga dan cadangan sumber daya. Pada 2025, 65,1% dari produksi diekspor, sementara sisanya untuk pasar domestik.

Kebijakan ini dapat dilihat sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sumber daya dan harga pasar. Namun, ada kekhawatiran tentang dampaknya terhadap industri dan ekonomi lokal. Perlu ada keseimbangan antara tujuan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Langkah ini menandai titik balik dalam kebijakan energi Indonesia. Akankah ini menjadi preseden bagi sektor lain? Masa depan energi Indonesia menuntut kebijakan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Januari 2026)