Misteri Gugus Galaksi Purba: Panas yang Mempertanyakan Teori
ORBITINDONESIA.COM – Penemuan gugus galaksi purba yang lebih panas dari perkiraan memicu perdebatan baru dalam komunitas ilmiah.
Gugus galaksi SPT2349-56 ditemukan dengan suhu gas intracluster yang jauh lebih panas dari yang diharapkan. Hal ini menantang teori yang ada tentang pembentukan gugus galaksi.
Pengamatan menggunakan ALMA menunjukkan bahwa gugus ini terbentuk hanya 1,4 miliar tahun setelah Big Bang. Dengan menggunakan efek thermal Sunyaev–Zeldovich, gas yang ditemukan lima kali lebih panas dari prediksi model. Aktivitas ekstrem di dalam gugus, seperti formasi bintang dan keberadaan lubang hitam supermasif, mungkin menjadi penyebabnya.
Peneliti menduga bahwa lubang hitam supermasif memainkan peran kunci dalam memanaskan gas lebih cepat dari perkiraan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembentukan gugus mungkin lebih dinamis dan kompleks dari yang dipahami sebelumnya.
Penemuan ini menggugah pemikiran tentang kosmologi dan evolusi alam semesta. Apakah kita perlu merevisi teori pembentukan galaksi, ataukah ada variabel yang belum kita pahami sepenuhnya? Pertanyaan ini menghadirkan tantangan baru bagi ilmuwan untuk menjelajahi lebih dalam.
(Orbit dari berbagai sumber, 8 Januari 2026)