Demonstrasi Kaligrafi 100 Meter Bakal Meriahkan IMLF-4 dan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi
ORBITINDONESIA.COM — Demonstrasi melukis kaligrafi sepanjang 100 meter dipastikan akan menjadi salah satu agenda unggulan dalam perayaan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi pada 2026. Atraksi seni tersebut merupakan bagian dari rangkaian International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) yang akan digelar di Kota Bukittinggi pada 3–7 Juni 2026.
Kegiatan ini akan menampilkan karya spektakuler Prof. Yusuf Liu Baojun, pelukis kaligrafi Muslim asal Tiongkok yang kini menetap di Malaysia. Lukisan kaligrafi raksasa tersebut direncanakan dipamerkan di kawasan Jam Gadang dan sekitarnya, bertepatan dengan puncak perayaan satu abad ikon kota Bukittinggi itu.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, S.TP, menyambut positif rencana tersebut. Saat menerima kunjungan Prof. Yusuf Liu bersama Ketua IMLF-4 Sastri Bakry dan Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung, Selasa, 6 Januari 2026, Ibnu Asis menilai karya kaligrafi yang diperlihatkan sangat mengesankan.
“Lukisan kaligrafi karya Prof. Yusuf Liu ini memang berbeda dari yang lain. Melalui seni kaligrafi, kita berharap masyarakat semakin mencintai ayat-ayat Al-Qur’an dan kata-kata bijak yang sarat makna,” ujar Ibnu Asis.
Ia mengaku terkesan saat melihat contoh lukisan kaligrafi sepanjang 10 meter yang dibawa Yusuf Liu. Menurutnya, jika diperpanjang hingga 100 meter, karya tersebut akan menjadi daya tarik luar biasa bagi pengunjung IMLF-4 sekaligus perayaan 100 Tahun Jam Gadang.
“Sepanjang 10 meter saja sudah mengagumkan, apalagi nanti 100 meter. Ini tentu akan menjadi magnet tersendiri bagi publik,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bukittinggi Nauli Handayani, perwakilan Kominfo Bukittinggi, Kepala Bagian Pemerintahan Pemko Bukittinggi, serta perwakilan dari Perpustakaan Bung Hatta.
Ketua IMLF-4 Sastri Bakry menjelaskan, Prof. Yusuf Liu Baojun tidak hanya dikenal sebagai pelukis kaligrafi, tetapi juga sebagai penulis produktif dengan total 37 buku. Sebelumnya, ia pernah mendemonstrasikan pembuatan lukisan kaligrafi sepanjang 25 meter pada ajang Wara-Wiri Feskraf 2024 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
“Karena ini kali pertama kaligrafi sepanjang 100 meter ditampilkan dalam IMLF, kami ingin memastikan seluruh aspek teknisnya dipersiapkan secara matang. Oleh sebab itu, kami mempertemukan langsung Prof. Yusuf Liu dengan Pemko Bukittinggi dan OPD terkait,” ujar Sastri.
Ia menambahkan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bukittinggi akan berperan penting dalam persiapan teknis di lapangan, agar keistimewaan dan keunggulan karya kaligrafi tersebut dapat ditampilkan secara optimal kepada publik.
“Alhamdulillah, dukungan Pemko Bukittinggi sangat positif. Pertemuan ini menunjukkan keseriusan semua pihak untuk menyukseskan pameran kaligrafi 100 meter sebagai bagian penting dari IMLF-4,” katanya.
Di akhir pertemuan, Prof. Yusuf Liu menyerahkan beberapa buku karyanya kepada Wakil Wali Kota Bukittinggi. Sementara itu, Armaidi Tanjung turut menyerahkan buku puisinya berjudul Dinda Tahajudmu yang Menggoda. Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama.***