Ceratosaurus: Predator Bertanduk dari Zaman Jura
ORBITINDONESIA.COM – Penemuan Ceratosaurus di tahun 1884 membuka tabir kehidupan karnivora unik dari era Jura Akhir.
Fosil Ceratosaurus yang hampir lengkap memberikan wawasan mendalam bagi paleontologi. Sebagai dinosaurus theropoda, ia menonjol dengan tanduk khas di moncongnya. Keunikan ini memicu ketertarikan besar terhadap studi evolusi dan adaptasi karnivora prasejarah.
Dengan panjang 17-25 kaki dan berat hingga 2.000 pon, Ceratosaurus adalah predator yang kuat. Taring panjang dan struktur tubuhnya menunjukkan kemampuan berburu yang efektif. Kehadiran tanduk tulang menjadi fitur pembeda dari theropoda lain, seperti Allosaurus, yang hidup di era dan wilayah sama.
Ceratosaurus menunjukkan variasi dalam ekosistem Jura Akhir. Keberadaannya mengisyaratkan kemungkinan diversifikasi sumber makanan, berkompetisi dengan predator lain seperti Allosaurus. Studi evolusi mereka memberikan wawasan kritis tentang adaptasi predator masa lalu.
Penemuan Ceratosaurus memperluas pemahaman kita tentang ekosistem purba. Apakah kehidupan prasejarah lebih beragam daripada yang kita bayangkan? Penelitian lebih lanjut dapat mengungkap lebih banyak misteri dari masa lalu yang jauh.
(Orbit dari berbagai sumber, 5 Januari 2026)