Peraih Nobel Perdamaian Maria Corina Machado Menyambut Penangkapan Maduro dan Menyerukan "Kebebasan"

ORBITINDONESIA.COM - María Corina Machado, pemimpin oposisi Venezuela dan peraih Nobel Perdamaian 2025, secara terbuka bereaksi terhadap laporan penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada pagi hari 3 Januari 2026, menyatakan bahwa "saat kebebasan telah tiba" bagi rakyat Venezuela.

Dalam pernyataannya, Machado menekankan bahwa Maduro sekarang menghadapi keadilan internasional atas kejahatan terhadap warga Venezuela dan warga negara dari banyak negara lain, dan ia menggambarkan intervensi Amerika Serikat sebagai pemenuhan janjinya untuk menegakkan hukum dalam menghadapi penolakan Maduro untuk bernegosiasi tentang kepergiannya.

Machado menyerukan kepada warga Venezuela untuk tetap terorganisir, waspada, dan aktif dalam proses transisi demokrasi, mendesak oposisi untuk mempersiapkan periode rekonstruksi politik, pembebasan tahanan politik, dan pemulihan lembaga-lembaga demokrasi.

Ia juga menegaskan kembali bahwa kandidat oposisi dalam pemilihan umum 2024 yang dipersengketakan, Edmundo González Urrutia, harus segera menjabat sebagai presiden sebagai pemimpin sah Venezuela.

Pernyataannya telah banyak dilaporkan oleh media berita terkemuka sebagai bagian dari reaksi internasional yang lebih luas terhadap penangkapan Maduro, yang telah menarik perhatian global dan memicu diskusi tentang lintasan politik Venezuela di masa depan. ***