Puasa Intermiten: Apa yang Tidak Kita Ketahui?
ORBITINDONESIA.COM – Penelitian terbaru dari Jerman menantang keyakinan umum tentang puasa intermiten. Penelitian ini menunjukkan bahwa makan terbatas waktu tidak memberikan perbaikan signifikan dalam kesehatan metabolik atau kardiovaskular jika asupan kalori tetap sama.
Makan terbatas waktu (TRE) adalah bentuk puasa intermiten populer yang membatasi asupan makanan harian ke jendela tidak lebih dari sepuluh jam. Pendekatan ini dianggap sebagai strategi sederhana untuk mendukung manajemen berat badan dan kesehatan metabolik. Namun, penelitian terbaru dari DIfE dan Charité Berlin menunjukkan hasil berbeda.
Studi ChronoFast yang dipimpin oleh Prof. Olga Ramich menggunakan desain acak crossover melibatkan 31 wanita dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Meskipun jadwal makan memengaruhi jam internal tubuh, tidak ditemukan perubahan berarti dalam sensitivitas insulin atau penanda metabolik lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat kesehatan yang diamati sebelumnya mungkin disebabkan oleh penurunan kalori yang tidak disengaja.
Meskipun tidak ada perbaikan metabolik yang ditemukan, penelitian ini menyoroti pentingnya keseimbangan kalori dalam mencapai manfaat kesehatan dari puasa intermiten. Ini juga menunjukkan bahwa jadwal makan dapat memengaruhi ritme biologis kita, serupa dengan cahaya.
Hasil ini mengingatkan kita untuk tidak hanya fokus pada waktu makan, tetapi juga pada keseimbangan energi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana faktor individu, termasuk kronotipe dan genetika, memengaruhi respons terhadap jadwal makan berbeda.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Januari 2026)