Memahami Budaya Perusahaan: Pelajaran dari Kasus Target
ORBITINDONESIA.COM – Kasus Target yang baru-baru ini terjadi menyoroti pentingnya memahami budaya perusahaan sebelum menerima tawaran pekerjaan.
Target mengalami sorotan tajam setelah pemutusan hubungan kerja yang dilakukan secara kurang manusiawi, menyoroti masalah budaya perusahaan. Masalah serupa juga terjadi di perusahaan lain seperti Amazon dan Boeing. Ini menunjukkan bagaimana perusahaan menangani situasi krisis dapat mencerminkan budaya kerja internalnya.
Survei Gartner menunjukkan bahwa hanya 33% karyawan merasa perusahaan memenuhi janji EVP mereka. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara citra publik dan kenyataan internal. Evaluasi budaya perusahaan harus melampaui permukaan dan menilai bagaimana perusahaan beroperasi di bawah tekanan.
Budaya perusahaan yang sehat seharusnya mendukung kesejahteraan karyawan dan memberikan ruang untuk berkembang. Namun, banyak perusahaan yang hanya memberi lip service tanpa implementasi nyata. Kandidat kerja harus cermat menilai apakah perusahaan benar-benar berkomitmen pada nilai-nilainya atau hanya menjadikannya alat pemasaran.
Memilih perusahaan yang tepat adalah langkah penting dalam karier. Bergabung dengan perusahaan yang tidak belajar dari kesalahan adalah risiko besar. Sebagai pencari kerja, lakukanlah penilaian mendalam tentang budaya perusahaan. Ini bukan sekadar pilihan; ini adalah kebutuhan untuk kesuksesan jangka panjang.
(Orbit dari berbagai sumber, 12 Desember 2025)