Transformasi Bisnis: Dari Dapur ke Konsultan, Pelajaran dari Hot Chicken Takeover

ORBITINDONESIA.COM – Joe DeLoss, pendiri Hot Chicken Takeover, meninggalkan posisinya sebagai kepala penggoreng, tetapi membawa pengalaman berharga ke dunia konsultan bisnis. Bersama dua mantan kolega, DeLoss kini membantu perusahaan lain membangun budaya kerja yang kuat.

Budaya kerja yang sehat dan produktif menjadi perhatian utama banyak perusahaan. Dalam dekade terakhir, perusahaan berusaha menemukan formula yang tepat untuk memberdayakan karyawan dan meningkatkan kinerja. Hot Chicken Takeover, didirikan pada 2014, dikenal karena pendekatannya yang unik terhadap karyawan dan budaya kerja.

DeLoss dan timnya mengembangkan sistem yang memberi kesempatan kedua kepada orang-orang dengan latar belakang sulit. Dengan fokus pada inklusi dan pemberdayaan, Hot Chicken Takeover menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, yang terbukti meningkatkan loyalitas karyawan dan menurunkan tingkat turnover. Tren ini kini diadopsi oleh banyak perusahaan yang ingin memperbaiki iklim kerja mereka.

Kisah sukses Hot Chicken Takeover menunjukkan bahwa investasi dalam budaya kerja dapat memberikan hasil yang signifikan. DeLoss percaya bahwa dengan membangun lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung, perusahaan dapat mencapai kesuksesan jangka panjang. Perspektif ini mengundang refleksi tentang bagaimana bisnis dapat berkontribusi pada masyarakat sambil tetap meraih keuntungan.

Transformasi dari pengusaha ke konsultan menunjukkan bahwa pengalaman praktis dapat menjadi aset berharga dalam menasihati perusahaan lain. Di era di mana perusahaan semakin menyadari pentingnya budaya kerja, pelajaran dari Hot Chicken Takeover menjadi relevan. Bagaimana organisasi dapat terus berinovasi dalam menciptakan tempat kerja yang lebih baik? Pertanyaan ini tetap menjadi tantangan bagi banyak pemimpin bisnis.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Oktober 2025)