Tragedi Ola Electric: Krisis Hukum dan Budaya Kerja
ORBITINDONESIA.COM – Kematian tragis seorang insinyur Ola Electric memicu krisis hukum dan menyoroti budaya kerja yang beracun.
Ola Electric, pelopor kendaraan listrik di India, tengah menghadapi sorotan tajam setelah kematian seorang insinyur. Kematian ini membuka polemik mengenai budaya kerja di perusahaan tersebut, terutama setelah ditemukan catatan bunuh diri setebal 28 halaman.
Kasus ini menunjukkan bagaimana tekanan kerja yang ekstrem dapat berdampak fatal. Catatan insinyur tersebut menyebutkan adanya pelecehan mental dan tekanan finansial akibat gaji yang tidak dibayarkan. Fenomena ini bukanlah kejadian pertama di Ola, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan kematian karyawan lainnya.
Krisis ini memperlihatkan pentingnya kesejahteraan karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan. Meski Ola mengklaim tekanan kerja sebagai bagian dari budaya 'hustle', tragedi ini memaksa kita mempertanyakan batasan etis dalam mengejar inovasi.
Apakah budaya kerja yang menekan dapat dibenarkan demi kemajuan? Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan kesejahteraan karyawan. Masyarakat dan pemangku kepentingan harus merenungkan kembali nilai-nilai yang dipegang dalam dunia kerja modern.
(Orbit dari berbagai sumber, 29 Oktober 2025)