Budaya Kerja Melelahkan di Industri Film: Sebuah Tinjauan Kritis
ORBITINDONESIA.COM – Hansal Mehta mengungkapkan kelelahan dalam industri film yang sering diabaikan, di mana istirahat dianggap sebagai kemewahan dan bukan hak.
Dalam industri film, hari kerja 12 jam dianggap normal. Namun, di balik layar, pekerja sering menghadapi tekanan dan kelelahan yang signifikan. Hansal Mehta menyoroti bagaimana budaya kerja ini menempatkan kesehatan mental dan fisik pekerja di posisi terbelakang.
Masalah ini tak hanya mempengaruhi sutradara dan aktor, tetapi juga pekerja harian dengan kekuatan paling sedikit. Mereka sering kali adalah yang pertama datang dan terakhir pergi dalam kondisi kerja yang bisa disebut tak manusiawi. Bahkan, dengan kehadiran perusahaan global, sistem yang ada sering kali tetap dipertahankan karena menguntungkan secara ekonomi.
Hansal Mehta berpendapat bahwa jika kesejahteraan pekerja lebih diperhatikan, kualitas dan efisiensi kerja akan meningkat. Ironisnya, industri ini terus mengabaikan pentingnya istirahat, meskipun itu dapat meningkatkan keuntungan dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Penting bagi industri film untuk memikirkan kembali budaya kerja yang ada. Dengan mengutamakan kesejahteraan pekerja, industri tidak hanya akan lebih produktif tetapi juga lebih manusiawi. Apakah kita siap untuk membuat perubahan ini demi kebaikan bersama?
(Orbit dari berbagai sumber, 14 Oktober 2025)