Terobosan Quantum di Australia: Masa Depan Komputasi Quantum

ORBITINDONESIA.COM – Para peneliti di Australia berhasil menciptakan 'keadaan quantum terjerat' antara dua atom yang berjauhan di silikon, menandai langkah besar dalam komputasi quantum.

Fenomena fisika yang dikenal sebagai keadaan quantum terjerat memungkinkan dua partikel terpisah untuk saling terkait sehingga mereka tidak lagi berperilaku secara independen. Prestasi ini dicapai oleh para insinyur di Universitas New South Wales dan merupakan langkah signifikan dalam membangun komputer quantum skala besar, salah satu tantangan ilmiah dan teknologi paling menarik abad ke-21.

Peneliti menciptakan keadaan quantum terjerat menggunakan spin dari dua inti atom. Ini membuka potensi untuk membangun microchip masa depan yang diperlukan untuk komputasi quantum dengan teknologi dan proses manufaktur yang sudah ada. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini menunjukkan operasi logika controlled-Z dua qubit antara inti dua atom fosfor dalam perangkat silikon, dipisahkan hingga 20 nanometer. Metode ini memungkinkan kemajuan lebih lanjut dalam skala qubit spin semikonduktor menuju pengembangan komputer quantum berbasis spin nuklir.

Dr Holly Stemp, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa, seperti metafora orang dalam ruangan kedap suara, inti atom sekarang dapat berkomunikasi lebih jauh berkat 'telepon' berupa elektron. Mark van Blankenstein menambahkan bahwa elektron dapat menyebar di ruang angkasa dan jika terhubung langsung ke inti atom, inti dapat berkomunikasi melalui mereka. Metode ini diklaim sangat kuat dan skalabel, bahkan dapat menambah lebih banyak elektron di masa depan untuk memperluas lagi komunikasi inti.

Penemuan ini tidak hanya menyoroti potensi teknologi quantum tetapi juga bagaimana kita dapat mengintegrasikan temuan baru dengan teknologi yang sudah ada. Mampukah kita mempercepat revolusi quantum ini dan melampaui batasan yang ada? Masa depan komputasi quantum ada di tangan kita.

(Orbit dari berbagai sumber, 22 September 2025)