Mengurai Budaya Kerja Beracun: Langkah Menuju Perubahan Positif

ORBITINDONESIA.COM – Setiap hari, 208 juta tindakan tidak sopan terjadi di tempat kerja di Amerika Serikat, mencerminkan sisi gelap budaya kerja yang sering diabaikan oleh para pemimpin.

Toksisitas dalam budaya kerja tidak hanya merugikan kesejahteraan mental karyawan, tetapi juga berdampak pada kinerja perusahaan. Meskipun hanya 10% karyawan yang mengalami lingkungan kerja beracun, dampaknya meluas hingga ke kantong-kantong yang tampak baik sekalipun.

Penelitian MIT Sloan School of Management mengidentifikasi lima atribut yang menciptakan budaya beracun: ketidakhormatan, non-inklusivitas, tindakan tidak etis, perilaku kejam, dan interaksi kasar. Ketika subkultur beracun dibiarkan berkembang, karyawan cenderung mengalami stres, kecemasan, dan burnout, yang pada akhirnya merugikan perusahaan.

Pemimpin harus bertanggung jawab atas budaya yang mereka ciptakan, dimulai dengan mengakui masalah yang ada. Transparansi dalam melaporkan kemajuan, serta pelatihan bagi manajer lini depan untuk mengidentifikasi dan mengatasi perilaku beracun, merupakan langkah-langkah penting menuju perubahan positif.

Mengurai akar budaya kerja beracun membutuhkan komitmen nyata dari para pemimpin untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan inklusif. Pertanyaannya kini, apakah para pemimpin siap untuk menghadapi tantangan ini dan melakukan perubahan yang berarti?

(Orbit dari berbagai sumber, 2 September 2025)