Budaya Kerja Bermasalah: Tantangan Sony Music Australia
ORBITINDONESIA.COM – Sony Music Australia menghadapi kritik baru terkait budaya kerja internalnya, menyoroti tantangan transformasi budaya di bawah kepemimpinan CEO Vanessa Picken.
Artikel terbaru di Sydney’s The Daily Telegraph mengungkap keluhan formal terhadap Vanessa Picken, CEO Sony Music Australia dan Selandia Baru. Meski telah ada investigasi yang membebaskannya dari tuduhan, isu budaya kerja masih menjadi sorotan. Sony Music harus menghadapi tantangan besar dalam mengatasi persepsi negatif ini.
Munculnya keluhan baru menyoroti kompleksitas perubahan budaya di perusahaan besar. Meskipun Picken telah berusaha melakukan reformasi budaya, tampaknya upaya tersebut belum sepenuhnya terwujud. Perubahan dalam organisasi membutuhkan waktu dan komitmen, serta pengawasan yang ketat terhadap implementasi kebijakan baru.
Perubahan budaya di Sony Music Australia adalah langkah penting dan mendesak. Namun, kritik yang muncul menunjukkan bahwa proses ini tidak mudah dan memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan transparan. Tantangan ini juga menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang kuat dan komunikatif.
Masa transisi di Sony Music Australia menunjukkan betapa pentingnya komitmen terhadap perubahan budaya yang nyata. Dengan tantangan yang ada, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Sony Music dapat memastikan lingkungan kerja yang positif dan inklusif ke depannya. Apakah langkah-langkah yang diambil cukup untuk mengubah persepsi publik?
(Orbit dari berbagai sumber, 1 September 2025)