Menjelajahi Budaya Kerja Jepang: Antara Keharmonisan dan Produktivitas

ORBITINDONESIA.COM – Memasuki kantor di Tokyo, saya terkejut oleh budaya kerja yang menuntut kehadiran lebih dari sekadar produktivitas. Sebuah realitas yang jarang dibahas dalam vlog perjalanan di YouTube.

Pekerja asing sering kali tidak siap menghadapi perbedaan budaya kerja di Jepang. Kehadiran dianggap lebih penting daripada sekadar menyelesaikan tugas. Hal ini menciptakan tantangan bagi mereka yang terbiasa dengan efisiensi kerja Barat.

Budaya kerja Jepang menempatkan harmoni di atas kecepatan. Rapat panjang dan keputusan yang lambat adalah cara menjaga 'wa' atau keharmonisan kelompok. Ini berbanding terbalik dengan budaya kerja cepat di Barat.

Bekerja di Jepang mengajarkan pentingnya keharmonisan dan loyalitas. Meski terasa kaku, pendekatan ini membangun kepercayaan jangka panjang. Namun, bagi ekspat, ini bisa terasa membatasi otonomi pribadi mereka.

Budaya kerja Jepang menawarkan pelajaran berharga tentang profesionalisme dan keharmonisan. Meski mungkin tidak cocok untuk semua orang, adaptasi dan pemahaman dapat membuka peluang baru. Apakah Anda siap menerima tantangan ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 1 September 2025)