Inflasi Inti PCE: Ujian Kebijakan Federal Reserve

ORBITINDONESIA.COM – Inflasi inti PCE kembali memicu perbincangan setelah data terbaru menunjukkan kenaikan, sejalan dengan ekspektasi pasar. Hal ini menjadi ujian besar pertama bagi kebijakan Federal Reserve pasca sinyal dari Ketua Jerome Powell mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 17 September mendatang.

Setelah pernyataan dovish dari Powell di Jackson Hole, indeks S&P 500 melesat mendekati rekor tertinggi. Namun, kekhawatiran akan tarif dan data ekonomi lainnya menambah ketidakpastian di pasar. Data inflasi PCE ini dirilis bersamaan dengan laporan pendapatan pribadi dan belanja dari Biro Analisis Ekonomi.

Data menunjukkan bahwa indeks harga PCE inti naik 0,273% dalam sebulan, sedikit lebih baik dari angka bulat 0,3% yang disediakan oleh Biro Analisis Ekonomi. Sementara inflasi inti tahunan meningkat menjadi 2,877%. Meski ada kekhawatiran tarif, harga barang inti tidak berubah pada Juli dibandingkan Juni, sementara harga jasa inti naik 0,36%.

Dengan defisit perdagangan barang AS yang melonjak ke $103,6 miliar pada Juli, jauh di atas perkiraan $87,7 miliar, jelas bahwa ketidakpastian ekonomi global terus mempengaruhi AS. Kenaikan impor sebesar 7,1% mungkin mencerminkan langkah antisipatif terhadap tarif, sementara ekspor turun 0,1%.

Sementara pasar memperkirakan peluang 87% dari pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin pada 17 September, pertanyaan besarnya adalah: bagaimana Federal Reserve akan menavigasi tekanan ekonomi global ini? Semakin mendekati pertemuan Fed berikutnya, semua mata tertuju pada data pekerjaan dan inflasi yang akan datang.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Agustus 2025)