Debat Panas 996: Budaya Kerja Ekstrem di Eropa

ORBITINDONESIA.COM – Budaya kerja 996 yang populer di China kini menjadi pusat perdebatan di Eropa, memicu kontroversi di kalangan startup dan investor ventura.

Budaya kerja 996, yang berarti bekerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari seminggu, telah lama menjadi topik kontroversial di industri teknologi global. Di Eropa, perdebatan ini semakin panas setelah beberapa kapitalis ventura mendorong pelaku startup untuk mengadopsi budaya kerja ekstrem demi bersaing secara global.

Di balik dorongan ini, ada anggapan bahwa Eropa tertinggal dari AS dan China dalam industri teknologi. Namun, data menunjukkan bahwa Eropa telah menghasilkan perusahaan deca-corn yang bernilai lebih dari $10 miliar. Meski demikian, Eropa masih belum mampu menyaingi raksasa teknologi global seperti Nvidia yang bernilai triliunan dolar.

Banyak pelaku startup dan investor yang menolak budaya kerja 996, menyebutnya sebagai fetishisasi kerja berlebihan. Mereka berpendapat bahwa budaya kerja seperti ini tidak hanya menguras tenaga kerja, tetapi juga berpotensi merusak inovasi jangka panjang dan kesejahteraan karyawan.

Memaksa karyawan untuk bekerja berlebihan mungkin bisa meningkatkan produktivitas jangka pendek, namun bisa berakibat buruk dalam jangka panjang. Eropa perlu menemukan keseimbangan antara kerja keras dan kesejahteraan, serta memperkuat ekosistem startup dengan pendanaan dan sumber daya yang memadai. Pertanyaannya, mampukah Eropa menciptakan budaya kerja yang lebih berkelanjutan dan inovatif?

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Agustus 2025)