Menelusuri Keberadaan Budaya di Era Digital: Tantangan dan Peluang

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah lajunya perkembangan teknologi, budaya tradisional menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya. Bagaimana budaya dapat bertahan di era digital ini menjadi pertanyaan penting yang perlu dijawab.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara kita berinteraksi dengan budaya. Media sosial, platform streaming, dan aplikasi digital lainnya memudahkan akses dan penyebaran budaya. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya keaslian dan nilai budaya tradisional.

Meningkatnya konsumsi konten digital menunjukkan tren globalisasi budaya yang semakin mengaburkan batas-batas lokal. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa banyak bahasa dan tradisi lokal terancam punah. Di sisi lain, digitalisasi menawarkan peluang bagi budaya untuk dikenal lebih luas dan dilestarikan dalam format baru yang lebih menarik bagi generasi muda.

Para ahli berpendapat bahwa digitalisasi dapat menjadi pedang bermata dua bagi kebudayaan. Di satu sisi, ia memungkinkan akses yang lebih luas dan pelestarian budaya. Namun, di sisi lain, ia dapat menggerus nilai-nilai autentik dan menggantinya dengan versi yang lebih komersial dan dangkal. Kebijakan dan edukasi tentang penggunaan teknologi yang bijak menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ini.

Pertanyaan besar yang harus kita renungkan adalah, bagaimana kita dapat menggunakan teknologi untuk melestarikan, bukan merusak, budaya kita? Kebijakan yang mendukung pelestarian budaya dan pendidikan tentang pentingnya keaslian budaya dalam era digital menjadi krusial. Hanya dengan begitu, kita dapat memastikan bahwa kekayaan budaya kita dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (Orbit dari berbagai sumber, 22 Agustus 2025)