Puisi Esai Denny JA: Berhadapan dengan Makam Nabi Muhammad SAW
- Penulis : Krista Riyanto
- Rabu, 02 April 2025 13:48 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Seorang mantan budak, kulit hitam asal Ethiopia bernama Bilal, diangkat oleh Nabi Muhammad sebagai Muazin pertama dalam sejarah. (1)
-000-
Ya, Nabi,
sekali lagi kukunjungi makammu.
Tak kulihat tubuhmu.
Tapi aroma akhlakmu
masih berembus dari batu dan dinding,
dari debu yang tak berani bersuara.
Dalam ziarahku kali ini,
suara ayat Alquran dari mereka yang mengaji di mesjid ini,
membawaku
terbang ke masa silam,
seperti burung yang kembali
ke sarangnya yang telah terbakar.
Di tahun 613 Masehi,
kulihat Bilal di sana.
Ia seorang budak,
kulitnya hitam, tubuhnya luka,
tapi imannya gemilang.
Ia diseret ke gurun,
ditindih batu panas,
karena menyebut namamu,
dan satu kata yang mengguncang langit:
“Ahad… Ahad…”
Tuhan yang Maha Esa.
Di tahun 615 Masehi,
Sahabatmu Abu Bakar datang,
membeli Bilal dengan harga darah dan air mata,
lalu membebaskannya.
Bilal bukan budak lagi.
Ia saudara.
Ia manusia.
Di tahun 622 Masehi,
Sholat butuh panggilan, kata mereka.
Lonceng mirip gereja,
klakson mirip Yahudi.
Tapi engkau menunggu
suara dari langit
yang tak meniru siapa-siapa.