DECEMBER 9, 2022
Nusantara

BBPJN Minta Kementerian PUPR Teliti Kondisi Jembatan Mahakam I di Samarinda, Kalimantan Timur

image
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan 2 BBPJN Kalimantan Timur, Akmizal. ANTARA/HO-Diskominfo Kaltim

ORBITINDONESIA.COM - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Kalimantan Timur telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk meneliti menyeluruh kondisi Jembatan Mahakam I di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Kami sudah bersurat, tinggal tunggu disposisi. Mudah-mudahan minggu ini kalau cepat lebih baik karena ini yang ditunggu masyarakat," ujar Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan 2 BBPJN Kalimantan Timur, Akmizal, di Samarinda, Rabu, 26 Februari 2025.

Diketahui pilar Jembatan Mahakam I tersebut ditabrak oleh tongkang bermuatan kayu pada 16 Februari 2025 lalu, dan diperkirakan telah terjadi pergeseran pondasi tiang yang menyebabkan kerusakan pada jembatan di Samarinda, Kalimantan Timur tersebut.

Baca Juga: Ketika Elon Musk dan Jeff Bezos Bersemayam di Mahakam

Menurut Amrizal, investigasi ini akan melibatkan tim ahli dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) yang akan menilai kondisi jembatan secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, ada tiga aspek utama yang akan diteliti oleh tim ahli, yaitu aspek geometrik jembatan, perilaku dinamis jembatan, dan struktur jembatan itu sendiri.

Waktu yang diperlukan oleh tim ahli untuk melakukan penelitian di lapangan diperkirakan kurang lebih dua minggu. Selama proses penelitian, Jembatan Mahakam I akan ditutup untuk sementara waktu.

Baca Juga: Susur Sungai Mahakam Akhiri Kegiatan Peserta MTQ Nasional di Samarinda Kalimantan Timur

"Selain itu, perlu dievaluasi struktur jembatan ini komprehensif, perlu dilakukan oleh tim setelah turun dari lapangan. Kita harapkan hasilnya lebih baik dan masyarakat bisa memanfaatkan kembali jembatan kita," lanjut Akmizal.

Tim ahli akan melihat batasan-batasan toleransi yang diberikan kepada jembatan. Semua standar akan disampaikan secara lebih detail setelah mereka turun ke lapangan.

"Saya kira masyarakat dapat bersabar. Setelah ahli selesai melakukan penelitian yang diperkirakan perlu waktu dua minggu, maka perlu lagi beberapa hari untuk mengolah hasil penelitian hingga diperoleh kesimpulan akhir akan kondisi jembatan," katanya.

Baca Juga: BBPJN Kalimantan Timur Pastikan Jembatan Mahakam Aman Dilintasi Usai Ditabrak Tongkang

Fender yang hancur harus diganti karena menjadi komponen yang mengamankan pilar tak bergesekan langsung dengan kapal yang melintas di bawah jembatan.

Halaman:

Berita Terkait