Wagub Kalimantan Timur, Seno Aji Tepis Isu "Indonesia Gelap" Dengan Tajuk "Kaltim Bersinar"
- Penulis : Dody Bayu Prasetyo
- Senin, 24 Februari 2025 12:19 WIB

ORBITINDONESIA.COM - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji menepis isu "Indonesia Gelap" yang sedang marak di media sosial dengan mengusung tajuk "Kaltim Bersinar".
"Sejak masa kampanye hingga kami dilantik Presiden Prabowo Subianto, kita telah melalui kontestasi politik. Kini saatnya kita bersatu, bekerja sama untuk menjadikan Kaltim provinsi yang maju dan menjadi contoh bagi daerah lain, terutama sebagai gerbang utama Ibu Kota Nusantara (IKN)," ujar Seno Aji saat apel hari pertamanya bekerja di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Senin, 24 Februari 2025.
Seno Aji menegaskan bahwa isu "Indonesia Gelap" tidak berlaku di wilayah Kalimantan Timur.
Baca Juga: Akmal Malik: Pulau Maratua di Kalimantan Timur Akan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Premium
Dia menjelaskan, di tengah isu nasional yang beredar, Kaltim justru memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan pendidikan gratis bagi seluruh anak-anak di Kaltim.
"Semua anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk menyukseskan 16 program unggulan yang telah kami canangkan," tegasnya.
Untuk membangkitkan semangat generasi muda, Seno Aji mengajak mereka untuk tidak terpengaruh oleh narasi negatif.
Baca Juga: Kota Nusantara Ikut Picu Realisasi Investasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
Ia meminta para pemuda di lingkungan Sekretariat Daerah Kaltim untuk membuat tagar #KaltimBersinar sebagai bentuk optimisme dan semangat membangun daerah.
"Anak muda Kaltim memiliki masa depan yang cerah. Jangan biarkan mereka terlarut dalam narasi negatif. Mereka adalah pewaris masa depan kita," katanya.
Seno Aji juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo terkait efisiensi anggaran tidak akan berdampak pada sektor pendidikan dan mahasiswa.
Baca Juga: BBPJN Kalimantan Timur Pastikan Jembatan Mahakam Aman Dilintasi Usai Ditabrak Tongkang
Menurut dia, efisiensi dilakukan dengan mengurangi 50 persen perjalanan dinas. Anggaran yang dihemat akan dialihkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, termasuk peningkatan insentif guru dan perbaikan infrastruktur sekolah.