DECEMBER 9, 2022
Internasional

KBRI Den Haag Manfaatkan Media Sosial untuk Sosialisasikan Pemilu

image
Foto arsip - Paskibraka bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih dalam Upacara HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Den Haag, Belanda, pada Kamis (17/8/2023). (ANTARA/HO-KBRI Den Haag)

ORBITINDONESIA.COM - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda, memanfaatkan media sosial untuk menyosialisasikan pemilihan umum 2024.

"Dalam berbagai acara yang sedang dilakukan KBRI maupun masyarakat diaspora, kita sampaikan bahwa akan dilaksanakan Pemilu pada tahun depan," kata Konselor Fungsi Penerangan Sosial Budaya F.X. Widiyarso kepada ANTARA di Jakarta pada Rabu.

Widi menyebut sosialisasi itu sebagai bagian dari upaya KBRI dalam membantu Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.

KBRI Den Haag akan menggelar pemilu pada 10 Februari yang bertepatan dengan hari libur sehingga warga negara Indonesia (WNI) memiliki kesempatan memberikan suaranya.

Widiyarso menegaskan KBRI Den Haag telah memanfaatkan berbagai kesempatan baik yang diadakan KBRI maupun yang diadakan diaspora Indonesia di Belanda, untuk menyebarluaskan tata cara dan pelaksanaan Pemilu 2024 yang di Indonesia sendiri akan digelar pada 14 Februari 2023.

Widiyarso menyatakan sosialisasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelayanan kepada masyarakat, di antaranya saat pembuatan paspor.

KBRI selalu mengimbau para WNI agar memberikan suara dalam pemungutan suara nanti dan mengajak WNI  mengikuti proses pemungutan suara secara damai sehingga Pemilu berjalan aman dan lancar.

"Ini supaya masyarakat ikut serta, juga mengawal semua prosesnya," kata dia.

Widiyarso mengungkapkan saat ini terdapat 15 ribu WNI di Belanda yang sekitar 13 ribu di antaranya terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Dia mengatakan Pemilu 2024 di Den Haag hanya akan diadakan di satu lokasi di dalam gedung mengingat Februari nanti Belanda masih diliputi Musim Dingin.

"Kita memang cari gedung yang bisa menampung sebanyak mungkin orang karena orang memang datang dan pergi. Tapi, kira-kira bisa menampung sekitar 15 ribu orang dalam satu waktu," kata Widiyarso.

"Kenapa di dalam gedung? Karena itu bulan Februari dan masih dingin, dan ada kemungkinan cuaca buruk. Jadi, akan lebih baik bagi masyarakat untuk melaksanakan hak pilihnya di tempat yang tertutup dan cukup menampung banyak orang serta aksesnya banyak," kata dia.

KBRI juga memberikan kemudahan kepada warga Indonesia yang tinggal di daerah terpencil di Belanda agar bisa menyalurkan suaranya pada Pemilu nanti, pungkas  Widiyarso.***

Sumber: Antara

Berita Terkait