DECEMBER 9, 2022
Orbit Indonesia

NGERI! Kasus Penyakit Menular Sifilis di Yogyakarta Tahun 2023 Meningkat 60 Persen, Begini Gejalanya

image
NGERI! Kasus Sifilis di Yogya Tahun 2023 Meningkat 60 Persen, Begini Gejalanya

ORBITINDONESIA.COM- Kasus penyakit menular sifilis di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan yang signifikan.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut peningkatan kasus penyakit menular sifilis didominasi oleh laki-laki.

Lonjakan peningkatan kasus sifilis di Yogyakarta naik menjadi 60 persen pada tahun 2023. 

Baca Juga: Duh, Penyakit Kelamin Sifilis Meningkat di Indonesia, Ini Penyebabnya

Sifilis, yang juga dikenal sebagai raja singa, adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, penting untuk mengenali gejala sifilis.

Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diwaspadai berkaitan dengan ciri-ciri penyakit menular sifilis :

Baca Juga: Kualitas Rumput GBK Jadi Perhatian Utama, Belajar dari Kesalahan Malaysia yang Bikin Lionel Messi Ogah Main

1. Sifilis Primer

Sifilis Primer ditandai dengan adanya chancre, yaitu luka terbuka yang tidak nyeri dan biasanya muncul di area genital, anus, atau mulut sekitar 2-3 minggu setelah teriinfeksi.

Luka terbuka ini seringkali tidak terasa gatal sehingga seringkali terlewatkan dan tidak diperhatikan.

2. Sifilis Sekunder

Setelah beberapa minggu atau bulan, sifilis primer dapat berkembang menjadi sifilis sekunder dengan gejala seperti ruam merah yang terlihat seperti bintik-bintik pasa telapak tangan dan kaki.

Baca Juga: TOK! Bekas Rektor Unila Karomani Dihukum 10 Tahun Penjara

Kondisi ini biasanya tidak gatal dan dapat hilang dengan sendirinya, namun jika tidak diobati dapat berkembang menjadi lebih serius.

3. Sifilis Tersier

Sifilis tersier adalah tahap lanjut dari penyakit sifilis yang dapat timbul setelah bertahun-tahun tidak diobati.

Pada tahap ini, dapat mempengaruhi organ tubuh yang lebih dalam, termasuk jantung, otak, tulang, dan sistem saraf.

Gejala yang timbul bervariasi seperti masalah neurologis, gangguan penglihatan, kelemahan otot, atau kelainan pada jantung bahkan stroke.

Peningkatan penyakif sifilis di Yogyakarta menunjukan perlunya kesadaran dan edukasi mengenai penyakit ini.

Pemerintah, Lembaga Kesehatan, dan masyarakat secara luas harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dengan mengedukasi sekitarnya mengenai pencegahan, pengobatan dini, dan pentingnya melakukan tes secara berkala.

Dengan kesadaran yang meningkat, pengobatan yang tepat waktu serta upaya pencegahan yang efektif, kita dapat mengendalikan penyebaran penyakit sifilis dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Penting untuk dicatat bahwa sifilis dapat diobati dengan antibiotik yang tepat jika didiagnosis dini.

Oleh sebab itu, kesadaran akan penyebab, gejala, dan dampak sifilis sangat penting dalam mencegah penyebaran infeksi dan meminimalkan risiko komplikasi yang serius.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala yang mencurigakan atau berisiko terkena sifilis, segeralah berkonsultasi dengan profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Dinkes DIY menghimbau masyarakat tak merasa malu jika memiliki gejala seperti diatas atau pun memeriksa untuk deteksi dini.

Pemerintah DIY juga menegaskan bahwa penyakit menular sifilis dapat disembuhkan asal mau berobat.***

Dapatkan informasi menarik lainnya dari ORBITINDONESIA.COM di Google News

Berita Terkait